Minggu, 24 Maret 2013

Kesuksesan Berawal dari Mimpi


     Postingan kedua! Kali ini ane mau nunjukkin hasil tulisan ane tentang 'Kesuksesan'. Yaah.. Walaupun ane belum bisa dibilang sukses dalam segala hal (termasuk sukses dapetin hati kamu. iya, kamu), tapi setidaknya beginilah definisi dan perjuangannya untuk meraih kesuksesan menurut ane. Sebenernya tulisan ini tugas pelajaran Bahasa Indonesia tentang menulis esai yang temanya kayak judul postingan diatas. Dan yang bikin ane bangga, tulisan ini dapet pujian dari gurunya sendiri, Bu An*ri (nama disamarkan untuk keselamatan nyawa ane) yang terkenal pedes kata-katanya kalo udah menilai hasil pekerjaan anak didiknya. Mungkin karena saking seringnya makan cabe kali ya.. Jadi sampe kata-katanya ikutan pedes gitu. Terimakasih juga buat Alitt Susanto (@shitlicious) yang menginspirasi tulisan ini lewat beberapa postingan di webnya shitlicious.com. Akhirnya selesai juga pembukaannya, check it out guys!

     Setiap manusia pasti memiliki cita-cita atau impian. Ini adalah hal yang manusiawi sepanjang impian tersebut bukanlah sebuah keinginan yang muluk-muluk, yang sangat sulit dan tidak rasional. Impian adalah sebuah keinginan hati yang kemudian diteruskan kepada otak untuk berpikir dan direalisasikan dalam sebuah tindakan nyata yang kita dikenal dengan usaha. Usaha adalah sebuah cara untuk mewujudkan semua apa yang menjadi keinginan kita, namun banyak orang-orang yang salah menafsirkan maksud kata-kata tersebut. Hanya sebatas bermimpi, tanpa merealisasikannya menjadi sesuatu yang berarti.
     “Sukses berawal dari mimpi”, mungkin itulah kata-kata yang sering terucap dari mereka yang telah merasakan arti dari kesuksesan yang sebenarnya. Padahal, sukses merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dengan usaha, tak akan mungkin bisa tercapai tanpa adanya usaha untuk meraih mimpi tersebut. Seberapa banyak apapun cita-cita atau impian yang hendak kita capai selama semua itu disertai dengan usaha dan do’a maka bisa dipastikan 99% impian tersebut akan terwujud, sisanya adalah urusan Tuhan yang akan menjadikan itu nyata atau tidak.
     Usaha adalah satu-satunya cara dan juga satu-satunya jalan untuk sebuah impian, dan yang paling perlu dipahami adalah hukum sebab akibat, yang maknanya adalah hasil usaha tergantung dari cara kita melakukan usaha tersebut. Jika usaha yang kita lakukan adalah baik maka hasilnya pun tentunya akan baik, namun jika usaha yang dilakukan buruk hasilnya pun juga akan buruk.
     Hal yang perlu diingat saat sedang berjuang untuk mencapai impian kita adalah jangan sekali-kali melihat orang-orang yang telah sukses dan berhasil di atas, karena hal itu hanya akan membuat kita semakin kecil. Apabila merasa putus asa, lihatlah ke belakang, sudah seberapa jauh kita melangkah, seberapa banyak dukungan yang diberikan orang-orang terdekat kepada kita, dan seberapa banyak pengorbanan yang sudah dilakukan untuk sampai pada titik yang sekarang. Sehingga kita akan tersadar, semua yang telah dilakukan tidak boleh diakhiri hanya karena halangan-halangan kecil.
     Kekuatan pikiran manusia itu jauh melebihi dari apa yang bisa diukur secara kasat mata. Oleh karena itu, ada baiknya bila kita mempunyai sebuah cita-cita atau impian, cobalah untuk memvisualisasikannya dalam sebuah obyek seperti tulisan atau gambar, dimana kita dapat melihat dan membayangkan bagaimana indahnya apabila kita bisa mewujudkan mimpi itu setiap hari. Rasakan betapa kita menginginkan hal itu, pasti semesta akan berkonspirasi untuk mewujudkannya.

Sabtu, 02 Maret 2013

Kenapa Merah-Hitam?

   Ini sepenggal cerita kenapa ane begitu fanatiknya dengan warna Merah-Hitam. Ya, itu karena klub sepakbola favorit ane dari Negeri Pizza, Italia. AC Milan.
     Jadi, semua berawal dari jaman SD kelas 3. Temen-temen ane udah pada punya klub favoritnya masing-masing, dan sedangkan ane... Ane masih bocah ingusan kalo ngomongin soal sepakbola waktu itu, dan yang ane tau waktu itu cuma Manchester United karena temen-temen ane rata-rata pada suka sama itu Setan Merah dari Inggris.
     Kemudian, ane pun jadi Manchunian untuk beberapa waktu...
     Sampe akhirnya ane kalah terus di Winning Eleven (sekarang Pro Evolution Soccer/PES). Game bola di Playstation One yang lagi booming-boomingnya waktu itu. Kalo diibaratin, anak cowok belum jadi cowok kalo gak bisa main WE. Seiring dengan kekalahan yang ane derita, ane pun jatuh sakit (ya nggaklah! mana ada hubungannya? -_-). Ane akhirnya nyari-nyari lagi klub lain yang cocok dengan gaya permainan, tampang, dan amal perbuatan  ane #halah. Akhirnya nemu yang cocok, Internazionale Milano, atau lebih sering disebut Inter Milan/Inter.
     Bersama Inter ane ngerasain perubahan dalam hidup ane #apapula. Then, I become an Interisti waktu itu. Yaaah.. walaupun gak bisa ngalahin semua temen-temen ane yang udah lebih 'senior' dalam dunia persepakbolaan di WE, tapi paling nggak ane udah bisa ngerasain menang. Betapa bahagianya ane waktu itu :') *ngelap air mata* Ane semakin ketagihan main WE. Skill dan jam terbang ane makin bertambah, walaupun belum bisa ngalahin temen-temen yang lebih tua dari ane, tapi ane udah berhasil ngalahin yang sepantaran sama ane. Tapi, masih ada satu masalah yang kesisa, ane belum bisa ngalahin satu orang yang pake musuh bebuyutan Inter. Yap, that's right, Associazione Calcio Milan yang lebih akrab disapa AC Milan/Milan
     Dan orang itu Deden, adek kelas (lebih muda) ane. Memalukan! Ane sering nantang dia buat main WE. Tapi, sesering ane nantang, sesering itu pula ane kalah. Pffttt! Dan kemudian sesuatu bikin ane pindah dari Tangerang menuju Jogjekardah.
     Jogja, SDN Lempuyang Wangi 1, kelas 4 semester 2. Ane mulai mengklaim diri ane sebagai seorang Milanisti. Ini wujud dari ke-frustasi-an ane gara-gara belum berhasil ngalahin Deden sampe akhirnya ane pindah kesini. Ane pindah dari Inter ke Milan. Dan makin kesini ane makin ngerti filosofi dan sejarah dari AC Milan, ternyata dua klub dari kota Milan itu dulunya satu kesatuan bernama Milan Cricket and Football Club (1899) sampai akhirnya pecah karena perbedaan pendapat (1908).
     Dari Biru-Hitam ke Merah-Hitam. Dari Giuseppe Meazza ke San Siro. Dari yang 'imitasi' ke yang 'asli'. #ForzaMilan #ForzaRossoneri

     That's why I'm so addicted to Red-Black colour? What colours are you?