Merdeka.com - Dalam teknologi mesin motor kita mengenal beberapa
istilah 'DOHC' dan juga 'SOHC'. Namun bagi sebagian besar konsumen sepeda motor
belum mengetahui apa kedua istilah tersebut. DOHC adalah singkatan dari Double
Overhead Camshaft atau 'kem' yang punya over head ganda. Mudahnya, dalam satu
piston ada dua pasang over head sehingga mesin mempunyai empat klep, dimana dua
klep mengatur masukan bahan bakar dan dua klep lainnya mengatur keluaran gas
buang. Mesin jenis ini juga menggunakan dua noken as yang terdapat pada kepala
silinder. Dengan jumlah klep dua kali lebih banyak, tenaga yang dihasilkan
otomatis lebih besar, karena pengaturan penyaluran bahan bakar ke mesin dan
penyaluran gas buang ke knalpot lebih akurat. Kebanyakan DOHC juga mendatangkan
kitiran mesin (RPM) lebih tinggi. Letak klep yang lebih baik mengoptimalkan set
up yang memaksimalkan pula performa mesin. (Enggartiasto, 2012)
Meski begitu, kekurangannya tetap
ada, harga pembuatan dan perbaikan mesin DOHC lebih mahal. Suku cadang lebih
banyak bisa jadi masalah lain, apalagi tidak semua mekanik di Indonesia bisa
dengan baik menyetel ulang klep mesin DOHC. Untungnya, mesin jenis ini tidak
perlu terlalu sering disetel ulang klepnya (Fatchi, 2007) . Kelemahan lainnya,
lebih boros bahan bakar, karena kebutuhan mesin akan bahan bakar juga lebih
banyak. Disamping itu bobot mesin DOHC juga lebih berat.
Sementara untuk mesin Sementara
mesin Single Over Head Camshaft (SOHC) hanya punya sepasang over head. Dengan
kata lain mesin ini memiliki dua klep, satu untuk mengatur masukan bahan bakar
dan satu lagi untuk mengatur keluaran gas buang. Dan hanya memiliki satu noken
as. Singkatnya, SOHC bertorsi lebih baik pada putaran rendah (Prasetyo,
2010)
karena lebih ringan (memutar mesin) dan sebaliknya DOHC menghasilkan torsi
lebih rendah karena lebih berat. Namun pada pada kecepatan tinggi, torsi mesin
DOHC akan lebih baik. Itulah untung-ruginya. Bila jumlah klepnya sama, SOHC
memiliki low-end torque lebih baik sementara DOHC memiliki top-end power lebih
tinggi.
Bibliography
Enggartiasto, D. J. (2012). Dunia Mesin.
Yogyakarta: Arta Jaya Press.
Fatchi, M. (2007). Merancang Motor Balap.
Yogyakarta: MetaPrint.
Prasetyo, B. T. (2010). Industri Otomotif: Motor.
Jakarta: Cahaya Baru Press.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar